Kegiatan Belajar 2 : UDP (User
Datagram Protocol)
UDP (User Datagram
Protocol)
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol yaitu suatu protokol yang berada pada lapisan transpor TCP/IP yang bekerja pada lapisan antar host yang berguna untuk membuat komunikasi yang bersifat connectionless. UDP sifatnya tidak realibel.
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol yaitu suatu protokol yang berada pada lapisan transpor TCP/IP yang bekerja pada lapisan antar host yang berguna untuk membuat komunikasi yang bersifat connectionless. UDP sifatnya tidak realibel.
1.
Karakteristik UDP
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
1. Connectionless (tanpa koneksi)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi
antara dua host yang hendak bertukar informasi.
2. Unreliable (tidak andal)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau
pesan acknowledgment.
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:
1. Connectionless (tanpa koneksi)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi
antara dua host yang hendak bertukar informasi.
2. Unreliable (tidak andal)
Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau
pesan acknowledgment.
2.
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim
pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam
sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
UDP
tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:
1. UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar.
1. UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar.
2.
UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen
data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP.
3.
UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
3.
Penggunaan UDP
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
1. Protokol yang "ringan" (lightweight). Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:
1. Protokol yang "ringan" (lightweight). Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi Domain Name System.
2.
Transmisi broadcast. Contoh: query nama dalam protokol NetBIOS Name Service.
4.
Pesan-pesan UDP
Sebuah
pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya
(lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi
terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header
IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat
memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses
enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.
memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses
enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.
5.
Port UDP
Untuk
menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor
UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed
message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa
pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik.
6.
Cara Kerja UDP
1. Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file text dikirimkan ke server
dalam UDP header
2. Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file audio dikirimkan ke
server dalam UDP header
3. UDP tujuan membaca nomor port tujuan dan memproses data
4. Paket asli memiliki port tujuan sehingga server dapat mengirimkan data
kembali ke ftfp client
5. Untuk point 3 dan 4 berulang lagi saat server menerima file audio dari client
6. saat aplikasi yang ingin mengirim data, UDP tidak akan mem-buffer atau
mem-fragmen data.
7. Karena UDP tidak mem-fragmen data, jika data yang lebih besar dari MTU,
lapisan IP yang harus mem-fragmen nya
Pada internet protocol suite , layer transport merupakan layer yang berada diatas
layer network. Jika layer network berfungsi untuk mengatur transfer data antar end
-system, maka fungsi dari layer transport ini adalah untuk mengatur transfer data
1. Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file text dikirimkan ke server
dalam UDP header
2. Paket berisi port client dan port sumber berbentuk file audio dikirimkan ke
server dalam UDP header
3. UDP tujuan membaca nomor port tujuan dan memproses data
4. Paket asli memiliki port tujuan sehingga server dapat mengirimkan data
kembali ke ftfp client
5. Untuk point 3 dan 4 berulang lagi saat server menerima file audio dari client
6. saat aplikasi yang ingin mengirim data, UDP tidak akan mem-buffer atau
mem-fragmen data.
7. Karena UDP tidak mem-fragmen data, jika data yang lebih besar dari MTU,
lapisan IP yang harus mem-fragmen nya
Pada internet protocol suite , layer transport merupakan layer yang berada diatas
layer network. Jika layer network berfungsi untuk mengatur transfer data antar end
-system, maka fungsi dari layer transport ini adalah untuk mengatur transfer data
antar proses.
Contoh
protocol aplikasi yang menggunakan UDP :
-DNS
-SNMP
-TFTP
-SunRPC port 11
-DNS
-SNMP
-TFTP
-SunRPC port 11
8.
Protokol TCP
TCP merupakan protocol layer transport yang paling sering digunakan di internet.
Berikut karakteristiknya
TCP merupakan protocol layer transport yang paling sering digunakan di internet.
Berikut karakteristiknya
1. Point to point
Pada TCP komunikasi yang dilakukan antar usernya bersifat point to point , maksudnya adalah satu pengiriman data dikirim oleh satu pengirim dan hanya diterima oleh satu penerima juga
2. Reliable
Data yang dikirim menggunakan TCP ini akan dikirim dengan mekanisme tertentu agar data bisa diterima secara berurutan, Sehingga ada jaminan data yang dikirim dengan protocol ini bisa sampai ke tujuan dan tidak hilang.Terdapat buffer di pengirim dan penerima
3. Full duplex data
Pada protocol ini memungkinkan adanya aliran data dua arah pada koneksi yang sama.
4. Connection-oriented
Pada TCP, saat pengirim akan mengirimkan data ke penerima akan terjadi proses handshaking terlebih dahulu antara keduanya. Hal ini bertujuan agar dapat melakukan sinkronisasi terhadap nomor urut dan nomor acknowledgement yang dikirmkan kedua belah pihak dan saling bertukar ukuran TCP window.
5. Flow Control
Aliran data yang dikirim akan selalu dikontrol sehingga pengirim tidak akan membuat penerima menjadi kewalahan saat menerima data-data yang dikirimkan tersebut.
Contoh Aplikasi TCP :
-HTTPs
-FTP
-SMTP Telnet
Kegiatan Belajar 4 : Perbandingan
Arsitektur OSI dan TCP/IP
Perbandingan Arsitektur OSI
dan TCP/IP
Pengertian jaringan komputer walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP.
Pengertian jaringan komputer walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP.
1. Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan
besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.
2. Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer
pada OSI. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan
publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio
dsb.
3. Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi
antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer
pada OSI. Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
1.
Addressing, yakni melengkapi
setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah
yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address).
2. Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar
mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari
Internet Protocol (IP).
4. Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan
pengiriman data antara end to end host secara handal. Fungsi penting antara
lain :
1. Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi
paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai
mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam
menerima data.
2. Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan
sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas
dari kesalahan.
Kegiatan Belajar 6 : Setting IP
address pada windows Dan Linux
1. Setting IP Address pada windows seven
1. Setting IP Address pada windows seven
Setting IP address pada windows 7 memang sedikit berbeda dengan
windows XP sehingga orang yang sudah terbiasa dengan windows XP kadang merasa bingung
langkah-langkahnya. Berikut adalah langkah-langkah setting IP address pada
windows 7:
1. Langkah pertama: klik start pada windows 7 anda,kemudian pilih control panel.
1. Langkah kedua: pada menu control panel pilih view network status
and tasks yang berada di bawah Network and Internet.
2. Langkah ketiga: setelah anda masuk ke view network status and
tasks, anda akan dibawa masuk ke network and sharing center. Kemudian pilih
change adapter setting pada menu bagian kiri.
3. Langkah keempat: klik kanan pada icon Local Area Connection,
kemudian pilih properties.
4. Langkah kelima: Setelah masuk pada menu local area connection,
pilih internet protocol version 4 (TCP/IPv4) kemuan klik properties.
6. Langkah Keenam: Pada menu internet protocol version 4
(TCP/IPv4) centang use the following IP Address kemudian isi IP address sesuai
yang di inginkan, saya beri contoh 192.168.1.1 setelah itu klik OK.
2.Setting IP-Address Linux Debian
Bagaimana Cara setting ip address di Linux..? Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian dan Mandriva
#. Untuk Debian :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces
kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Bagaimana Cara setting ip address di Linux..? Berikut ini cara-cara Untuk mensetting Linux debian dan Mandriva
#. Untuk Debian :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/network/interfaces
kenshin:/home/sany# vi /etc/network/interfaces
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :
eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb. Name adalah Nama Kartu anda. address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0 Netmask, tergantung perhitungan anda. Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.
Network anda gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan
luar.
# Untuk Mandriva :
1. Login As Root :
sany@kenshin:~$ su
Password:
Setelah login sebagai root maka buka /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0
kenshin:/home/sany# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifctg-eth0
Muncul deh isinya
# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback
# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
name Ethernet LAN card
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.254
Catatan :
eth0 adalah nama kartu network anda, semua linux selalu terbiasa dari 0,1,2.. dsb.
Name adalah Nama Kartu anda.
address adalah Ip Address komputer anda yang di gunakan di eth0
Netmask, tergantung perhitungan anda.
Broadcast ip yang digunakan untuk mengumumkan ip anda.
Network anda
gateway digunakan sebagai ip yang digunakan untuk akses ke internet atau jaringan
luar.
Nah setelah itu kita restart
#>/etc/init.d/networking stop
#>/etc/init.d/networking start
Kegiatan Belajar 8 : Pengalamatan
IP v6
1. Pengalamatan IP v6
IPv6 ini merupakan perkembangan dari IPv4 yang dapat menyediakan lebih banyak IP address karena IPv6 ini panjangnya adalah 128 bit tidak seperti IPv4 yang panjangnya hanya 32 bit saja.
2. Keunggulan IPv6
1. Jumlah IP Address yang sangat banyak
IPv6 pada satu alamat IP-nya panjangnya 128 bit atau dengan kata lain dapat menyediakan alamat IP sebanyak 3.4 x 1038.
1. Jumlah IP Address yang sangat banyak
IPv6 pada satu alamat IP-nya panjangnya 128 bit atau dengan kata lain dapat menyediakan alamat IP sebanyak 3.4 x 1038.
2. Autoconfiguration
Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi.
Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi.
3. Security
IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki security yang optimal bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya saja transaksi e-banking.
IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki security yang optimal bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya saja transaksi e-banking.
4. Quality of Service.
IPv6 memiliki protokol QoS yang terintegrasi dengan baik, sehingga semua aplikasi yang berjalan diatas Ipv6 memiliki jaminan QoS, terutama bagi aplikasi yang sensitive terhadap delay seperti VoIP dan streaming video.
3. Penulisan
IPv6
IPv6 hanya menyediakan tiga jenis
Pengalamatan yaitu Unicast, Anycast, dan Multicast
1. Unicast
Pengalamatan unicast mirip dengan IPv4 yaitu dengan sekumpulan alamat dengan sejumlah bit kontinyu yang sama sesuai dengan alamat subnet-nya dan Class-less Interdomain Routing (CIDR).
Pengalamatan yaitu Unicast, Anycast, dan Multicast
1. Unicast
Pengalamatan unicast mirip dengan IPv4 yaitu dengan sekumpulan alamat dengan sejumlah bit kontinyu yang sama sesuai dengan alamat subnet-nya dan Class-less Interdomain Routing (CIDR).
Ada banyak jenis pengalamatan unicast pada IPv6 sesuai dengan
tipenya seperti :
- Alamat Link Local : alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local
yang saling tersambung dalam satu level
- Alamat Site Local : setara dengan alamat privat, yang dopakai terbatas dalam
satu site sehingga terbatas penggunaanya hanya didalam satu site sehingga tidak
dapat digunakan untuk mengirimkan alamat diluar site ini
- Alamat Global : alamat yang dipakai misalnya untuk ISP (Internet Service
Provider)
- Alamat Link Local : alamat yang digunakan di dalam satu link yaitu jaringan local
yang saling tersambung dalam satu level
- Alamat Site Local : setara dengan alamat privat, yang dopakai terbatas dalam
satu site sehingga terbatas penggunaanya hanya didalam satu site sehingga tidak
dapat digunakan untuk mengirimkan alamat diluar site ini
- Alamat Global : alamat yang dipakai misalnya untuk ISP (Internet Service
Provider)
2. Anycast
Pengalamatan anycast digunakan untuk mengirimkan packet ke salah satu anggota dari anycast yang terdekat. Jadi sebuah alamat anycast digunakan oleh beberapa interface dan setiap packet anycast akan terkirim ke interface anggota yang terdekat. Syarat dari pengalamatan anycast:
a. Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat sumber dari sebuah packet IPv6.
b. Sebuah alamat anycast tidak boleh digunakan sebagai alamat interface pada router.
3. Multicast
Alamat multicast IPv6 digunakan sebagai identitas sebuah group node. Jika packet dikirim ke alamat multicast, maka packet tersebut akan diterima oleh semua node anggota dari group tersebut. Sebuah node dapat menjadi anggota banyak group multicast.
4.Capturing IPv6
Pada kolom hasil pencarian telihat jika protocol-protocol yang
telah tercapture menggunakan IPv6 pada layer tiga/network-nya. Next header
merupakan 8-bit selector yang berfungsi untuk mengidentifikasi dengan cepat
header selanjutnya setelah header IPv6.Pada gambar tersebut
terlihat jika header selanjutnya merupakan header untuk layer diatasnya yaitu header dari ICMPv6.
Hop limit terdiri dari 8-bit unsigned integer. Nilai dari hop limit ini terus berkurang satu persatu setiap melewati node saat paket dikirim. Paket akan dihilangkan apabila hop limit terus berkurang hingga nol. Pada gambar tersebut terlihat jika node limit-nya 255. Hal itu berarti paket yang dikirim tersebut langsung dikirim ke destination tanpa melewati node tertentu.
Source address merupakan alamat sumber dari pengirim. Seperti yang telah dijelaskan diatas, alamat dari IPv6 panjangnya 128-bit dimana pada gambar hasil capture ditunjukan dengan alamat Fe80::86e:9f5e:d5c6:e25a.
Destination address merupakan alamat tujuan kemana paket tersebut akan dikirim.
Sama dengan source address, alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit
data alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit data dimana pada gambar
diatas ditunjukan dengan nilai ff02::1:ff38:cb38.
terlihat jika header selanjutnya merupakan header untuk layer diatasnya yaitu header dari ICMPv6.
Hop limit terdiri dari 8-bit unsigned integer. Nilai dari hop limit ini terus berkurang satu persatu setiap melewati node saat paket dikirim. Paket akan dihilangkan apabila hop limit terus berkurang hingga nol. Pada gambar tersebut terlihat jika node limit-nya 255. Hal itu berarti paket yang dikirim tersebut langsung dikirim ke destination tanpa melewati node tertentu.
Source address merupakan alamat sumber dari pengirim. Seperti yang telah dijelaskan diatas, alamat dari IPv6 panjangnya 128-bit dimana pada gambar hasil capture ditunjukan dengan alamat Fe80::86e:9f5e:d5c6:e25a.
Destination address merupakan alamat tujuan kemana paket tersebut akan dikirim.
Sama dengan source address, alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit
data alamat dari destination ini juga terdiri dari 128 bit data dimana pada gambar
diatas ditunjukan dengan nilai ff02::1:ff38:cb38.
5.Subnetting Classfull
Classfull adalah alamat IP yang dibagi berdasarkan dalam kelas.Ada 5 kelas yang berbeda dan itu adalah kelas yang memutuskan ukuran jaringan. Empat bit pertama dari alamat IP yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas. Dari lima kelas A, B, C, D dan E. kelas A, B dan C digunakan untuk jaringan unicast, D untuk jaringan multicast dan E disediakan untuk penggunaan ”masa depan”.
Bit yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas adalah sebagai berikut:
A = 0
B = 10
C = 110
D = 1.110
E = 1.111
Classfull adalah alamat IP yang dibagi berdasarkan dalam kelas.Ada 5 kelas yang berbeda dan itu adalah kelas yang memutuskan ukuran jaringan. Empat bit pertama dari alamat IP yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas. Dari lima kelas A, B, C, D dan E. kelas A, B dan C digunakan untuk jaringan unicast, D untuk jaringan multicast dan E disediakan untuk penggunaan ”masa depan”.
Bit yang digunakan untuk mengidentifikasi kelas adalah sebagai berikut:
A = 0
B = 10
C = 110
D = 1.110
E = 1.111
Tetapi permasalahan muncul dengan adanya arsitektur ini, bahwa ukuran
jaringan tersebut terlalu besar.ini mengurangi tingkat fleksibilitasnya ini
menyebabkan pemborosan beberapa alamat.
Untuk mengatasi ini, CIDR atau Routing Inter-Domain Classless diperkenalkan pada tahun 1993. Berikut alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian paling penting adalah alamat jaringan yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan dan bagian yang paling signifikan adalah host identifier.
Untuk mengatasi ini, CIDR atau Routing Inter-Domain Classless diperkenalkan pada tahun 1993. Berikut alamat IP dibagi menjadi dua bagian: bagian paling penting adalah alamat jaringan yang digunakan untuk mengidentifikasi jaringan dan bagian yang paling signifikan adalah host identifier.
Contoh :
IP Kelas C mempunyai range host 0 – 255 192.168.1.0 – 192.168.1.255,
Bagaimana jika komputer dikantor cuma ada 10 ? klo kita menggunakan default netmask ip kelas C 255.255.255.0 maka akan ada banyak IP yang tidak digunakan karena yang kita butuhkan hanya 10 IP saja, memang tidak ada masalah dengan mengkoneksikan IP /24 itu tetapi jika akan mengatur dan mengelola pasti akan susah karena kita bingung IP mana yang telah digunakan karena terlalu banyak. maka dari itu digunakan CIDR yang biasanya dinotasikan dengan ” / “ atau Slash. sehingga notasi yang digunakan /28 (pelajari teknik subnetting ip) jadi :
192.168.1.0 /28 = range ip 192.168.1.0 – 192.168.1.15
ip 192.168.1.0 = Net ID
ip 192.168.1.15 = Broadcast
ip 192.168.1.1 – 192.168.1.14 adalah IP Available
Kegiatan Belajar 10 : Network
Address Translation (NAT)
1. Network Address Translation (NAT)
Keterbatasan alamat pada IPv4 merupakan maslah pada jaringan global atau internet. Untuk memksimalkan menggunakqn alamat IP yang di berikan oleh internet service provider (ISP) maka dapat digunakan Network Address Translation atau sering di singkat dengan NAT. Dengan teknologi NAT maka di mungkinkan alamat IP local/private terhubung dengan jaringan public seperti internet sebuah router NAT di tempatkan antara jaringan local(inside network) dan jaringan public (outside network), dan mentranslasikan alamat local/internal menjadi alamat IP global yang unik sebelum mengirimkan paket ke jaringan luar seperti internet. Sehingga dengan NAT,jaringan
internal/local tidak akan terlihat oleh dunia luar/internal.
Keterbatasan alamat pada IPv4 merupakan maslah pada jaringan global atau internet. Untuk memksimalkan menggunakqn alamat IP yang di berikan oleh internet service provider (ISP) maka dapat digunakan Network Address Translation atau sering di singkat dengan NAT. Dengan teknologi NAT maka di mungkinkan alamat IP local/private terhubung dengan jaringan public seperti internet sebuah router NAT di tempatkan antara jaringan local(inside network) dan jaringan public (outside network), dan mentranslasikan alamat local/internal menjadi alamat IP global yang unik sebelum mengirimkan paket ke jaringan luar seperti internet. Sehingga dengan NAT,jaringan
internal/local tidak akan terlihat oleh dunia luar/internal.
a. Pembagian Nat
Nat dapat di bagi menjadi 2, yaitu :
1). Static
Translasi static terjadi ketika sebuah alamat local (inside) di petakan kepada sebuah alamat global/internet(outside). Alamat local dan global tersebut di petakan 1 lawan 1 secara statistic.
2). Dinamik
o NAT dengan kelompok
Translasi dinamik terjadi ketika router NAT di set untuk memahami alamat local yang harus di translasikan, dan kelompok (POOL) alamt global yang akan di gunakan untuk terhubung ke internet. Proses NAT dinamik ini dapat memetakan beberap kelompok alamat local ke beberapa kelompok alamat global.
o Nat overload
Sejumlah IP local internal dapat di translasikan ke suatu alamat IP global(outside). Hali ini sangat menghemat penggunaan alokasi IP dari ISP. Sharing/pemakaian bersama 1 alamat Ip ini menggunakan methode port multiplexing, atau perubahan port ke packet outbound.
b. Keuntungan dan Kerugian NAT

Implementasi
NAT
Terdapat sebuah jaringan, bentuk jaringannya kurang lebih seperti ini :
Internet — Modem — Router — AP — Client
Pada jaringan di atas terdapat 3 client yang dimana masing-masing menggunakan DHCP. Pada dasarnya ketika berlangganan internet, maka akan mendapatkan IP public. Berikut gambar bentuk jaringannya :
Terdapat sebuah jaringan, bentuk jaringannya kurang lebih seperti ini :
Internet — Modem — Router — AP — Client
Pada jaringan di atas terdapat 3 client yang dimana masing-masing menggunakan DHCP. Pada dasarnya ketika berlangganan internet, maka akan mendapatkan IP public. Berikut gambar bentuk jaringannya :

Konfigurasi NAT
Ada beberapa istilah spesifik dalam mengkonfigursi NAT, yaitu
1. Inside Local – spesifik IP address yang ditugaskan sebagai inside host dibelakang NAT-enabled device (biasanya sebuah private address).
2. Inside Global – address yang mengidenfikasikan sebuah inside-host ke outside-world (biasanya sebuah public address). Pada dasarnya ini adalah public address yang ditugaskna secara statis atau dinamis ke private host.
3. Outside Global – address yang ditugaskan ke outside host (biasanya sebuah public address).
4. Outside Local – address yang mengidentifikasikan outside host ke insidenetwork. Kadang kala sama halnya dengan Outside Global tadi, namun berfungsi untuk menerjemahkan outside ke inside address (dari public ke private).
Ada beberapa istilah spesifik dalam mengkonfigursi NAT, yaitu
1. Inside Local – spesifik IP address yang ditugaskan sebagai inside host dibelakang NAT-enabled device (biasanya sebuah private address).
2. Inside Global – address yang mengidenfikasikan sebuah inside-host ke outside-world (biasanya sebuah public address). Pada dasarnya ini adalah public address yang ditugaskna secara statis atau dinamis ke private host.
3. Outside Global – address yang ditugaskan ke outside host (biasanya sebuah public address).
4. Outside Local – address yang mengidentifikasikan outside host ke insidenetwork. Kadang kala sama halnya dengan Outside Global tadi, namun berfungsi untuk menerjemahkan outside ke inside address (dari public ke private).
Konfigurasi NAT Dinamis

Konfigurasi NAT Overload

Konfigurasi NAT Overload (PAT)
NAT Overload juga dikenal dengan PAT (Port Address Translation). Port Address Translation (PAT) adalah suatu fitur dari jaringan perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP, komunikasi yang dilakukan antara host pada jaringan pribadi dan host pada jaringan. Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host pada jaringan publik. Dalam hal ini, PAT beroperasi pada layer 3 (jaringan) dan 4 (transportasi) dari
model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada layer 3.
NAT Overload juga dikenal dengan PAT (Port Address Translation). Port Address Translation (PAT) adalah suatu fitur dari jaringan perangkat yang menerjemahkan TCP atau UDP, komunikasi yang dilakukan antara host pada jaringan pribadi dan host pada jaringan. Dalam PAT, baik pengirim pribadi IP dan nomor port diubah; perangkat PAT memilih nomor port yang akan dilihat oleh host pada jaringan publik. Dalam hal ini, PAT beroperasi pada layer 3 (jaringan) dan 4 (transportasi) dari
model OSI , sedangkan NAT dasar hanya beroperasi pada layer 3.
Keuntungan NAT
1. Menghemat pemakain IP address public dan menghindari resiko duplikasi IP address
2. Dapat meningkatkan security karena jaringan luar (outside) tidak dapat menembus jaringan lokal (inside) secara langsung.
3. Memudahkan manajemen jaringan dari proses pengalamatan ulang ketika berganti ISP.
1. Menghemat pemakain IP address public dan menghindari resiko duplikasi IP address
2. Dapat meningkatkan security karena jaringan luar (outside) tidak dapat menembus jaringan lokal (inside) secara langsung.
3. Memudahkan manajemen jaringan dari proses pengalamatan ulang ketika berganti ISP.
Kekurangan NAT
1. Ada aplikasi Internet yang tidak dapat berjalan menggunakan NAT
2. Proses translasi dapat menimbulkan delay switching
3. Menghilangkan kemampuan traceability end-to-end IP.
Kegiatan
Belajar 12: Konsep Sistem Operasi Jaringan
KONSEP SISTEM OPERASI
JARINGAN
Pengertian Sistem
Operasi
Sistem
Operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat
lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat
keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software
aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. Sistem
operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan
perangkat keras komputer.
Fungsi Dasar
Sistem Operasi
Sistem
operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat
kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari
konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem
operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem
operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem
operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari
kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
Sasaran Sistem
Operasi
Sistem
operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan -- membuat
penggunaan
komputer menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya
sistem komputer
secara efisien, serta mampu berevolusi -- sistem operasi harus
dibangun
sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian
serta pengajuan
sistem-sistem yang baru.
Beberapa bagian dari Sistem Operasi secara
umum
1. Mekanisme
Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel dapat dikatakan
sebagai inti dari Sistem Operasi.
2. Command
Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa perintah dan
menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat dipanggil oleh
aplikasi/program maupun piranti lunak lain. Contoh dari
Shell adalah :
Command prompt pada Windows Xp (DOS pada Windows 98), XTerm dan Konsole di
Mesin Linux (Unix).
3. Resource
Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber daya dari
perangkat.
4. Handler.
Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar dari
kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.
5. Driver untuk
berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja hardware.
2. Pengertian
Sistem Operasi Jaringan
Sistem operasi
jaringan (Inggris: network operating system) adalah sebuah sistem operasi yang
di install pada komputer server ditujukan untuk menangani jaringan. Sistem
operasi jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam
jaringan komputer hampir mirip dengan system operasi komputer stand alone,
bedanya hanya pada sistem operasi jaringan, salah satu komputer harus bertindak
sebagai server bagi komputer lainnya. Di dalam Jaringan komputer terdiri dari :
· Komputer
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain
didalam jaringan.
· Komputer
Client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang
disediakan oleh server
Beberapa service
yang biasa dijalankan pada sistem operasi jaringan :
1.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server
DHCP
serveradalah suatu server yang men-assign IP address kepada client yang meminta
IP address dalam suatu jaringan.
2.
DNS (Domain Name Server)
Merupakan sebuah
aplikasi services yang biasa digunakan di Internet seperti web browser atau
e-mail yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP addressn
3.
FTP Server (File Transfer Protocol)
Protokol yang
berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP/IP.
4.
Webserver
Sebuah perangkat
lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang
dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk
halaman -halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
Kegiatan
Belajar 14 : SISTEM OPERASI GNU LINUX SERVER
SISTEM
OPERASI GNU LINUX SERVER
GNU/Linux adalah sebuah sistem
operasi yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa
Universitas Helsinki Finlandia di tahun 1991.Proyek GNU ini
diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah
sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang
dari “GNU’s Not Unix”;; GNU dilafalkan dengan
“genyu”) Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi
populer lainnya, yaitu menjalankan sistem
operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk.
Beberapa
distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval,
Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll. Meskipun bentuknya Live
CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro
terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa
kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP,
Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa
paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home
user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar
700MB.
Dalam
ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama
dari sebuah sistem operasi.Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk
mengakses perangkat keras komputer secara aman.Istilah Linux sebetulnya hanya
mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi.Kernel adalah Jembatan antara
hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa software sehingga mampu
dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai dengan permintaan.
Kerugian
dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang
komputer
tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu
program ke program lainnya. Selanjutnya, para arsitek sistem operasi
mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat
bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan
banyak fungsi di
dalam kernel dan
menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara
penuh terhadap
perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja
dari abstraksi
perangkat keras
dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—
yang disebut
dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas
lainnya.
Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain
microkernel yang
dimodifikasi.
Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di
dalam ruangan
kernel untuk meningkatkan performanya.
Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara
minimal,
sehingga program
dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam
pendekatan
desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi
dapat melakukan
abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan
dalam desain monolithic
kernel.
Open
source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi
oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama
dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia
bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet).
Kegiatan
Belajar 16 : Perancangan dan Pengembangan Jaringan
1. Tahapan
Perancangan dan Pengembangan Jaringan
Ada
banyak cara dan perencanaan pembangunan sebuah jaringan komputer. Tergantung
bagaimana jaringan komputer itu dibangun disesuaikan dengan kebutuhan dan
lingkungan kerja. Dalam operasi jaringan lokal, sebenarnya tidak membutuhkan
perancangan yang komplek, karena pada dasarnya setiap kelompok jaringan
memiliki sepesifikasi sendiri. Meskipun demikian, masih dibutuhkan satu router
yang berfungsi untuk menghubungkan antar-workgroup.
Router
tersebut bisa berupa software maupun router hardware. Router software ada
free atau open
sources ada juga yang berbayar. Untuk yang berbayar dan yang beredar di pasaran
antara lain Winroute.Router tadi bertugas sebagai penghubung antara satu
kelompok jaringan dengan kelompok jaringan yang lain atau sebagai penghubung
antara jaringan lokal dengan internet. internet.
Tahapan
perencanaan yang harus dilakukan antara lain:
1. Perkiraan
Jumlah PC
2. Menentukan
Kelas IP
3. Menentukan
Range Nomor IP
4. Pemberian
Nama Kelompok Kerja.
5. PC Router
2. Membangun
Jaringan Lokal
Tutorial
Cara Membuat Jaringan Komputer LAN secara sederhana dan mudah
dipahami. Bisa
dijadikan sebagai referensi untuk para pelajar yang akan mengikuti uji
komptensi jaringan komputer. LAN dapat definisikan sebagai network atau
jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung,
satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas
komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media
komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Berikut
Peralatan atau material yang dibutuhkan untuk membuat sebuah jaringan komputer
LAN :
1. Dua atau
lebih PC
2. Network Card
sesuai dg jumlah PC
3. Kabel coaxial
atau UTP
4. Hub bila
diperlukan
5. Terminator
6. T-Connector
3 .Membangun
Server Berbagi Data
Cara Berbagi File Antara Dua Komputer
Semakin
banyak rumah tangga yang sekarang memiliki lebih dari satu komputer. Sering
kali ini berarti melompat dari satu mesin ke mesin lain untuk menemukan dokumen
atau file yang Anda butuhkan. Kecuali, entu saja, Anda berbagi file antara
komputer menggunakan network rumah. Proses ini bahkan menjadi lebih mudah
dengan Windows 7*, yang dilengkapi dengan fitur Homegroup.
Membentuk
Homegroup
Untuk
mulai berbagi file antara komputer, Anda akan perlu membuat sebuah homegroup,
yang sebenarnya merupakan kumpulan komputer yang dapat berbagi file.
Akses
Control Panel dari Menu Start
Pastikan opsi ditampilkan sesuai dengan kategori di kanan atas layar.
Cari
kategori "Network and Internet". Klik link "Choose homegroup and
sharing options”. Ini adalah tempat Anda bisa membuat homegroup untuk berbagi
file antara komputer atau mengakses homegroup yang ada untuk digunakan pada
mesin lain.
Jika
"There is currently no homegroup on the network": Klik link di bagian
bawah layar yang menyebutkan"Create a Homegroup".
Jika
"This computer belongs to a homegroup": Klik link untuk "View or
print the homegroup password”.
Mengakses File
Bersama
Jika
Anda ingin meminimalkan klik yang diperlukan untuk mengakses berbagi file
antara komputer,
Anda dapat membuat shortcut pada desktop Anda.Cara termudah melakukannya adalah
dengan membuat shortcut pada desktop Anda.
Klik
menu start, lalu tombol "Computer" di bagian sebelah kanan menu.
Klik
dobel hard disk drive (biasanya "C").
Klik
dobel folder "Pengguna" pada layar berikutnya.
Klik
kanan folder "Public" dan klik "Create shortcut".
Ubah
nama short cut folder menjadi apa pun yang Anda suka, lalu drag ke desktop.
Kegiatan
Belajar 18 : Tahapan Metode Rekayasa Sistem Jaringan Komputer
Tahapan Metode
Rekayasa Sistem Jaringan Komputer
Konsep
sistemik, sistematik, dan strategis menjadikan RSJK tidak tepat bila
menggunakan piecemeal
methods atau pun top down / bottom up methods yang tidak berorientasi sistem
dan tidak strategis dalam menghadapi perkembangan dan persaingan. Hingga tahap
perancangan, rekayasa harus bersifat holistik, sedangkan tahap pembangunan dst.
Dapat dilakukan secara bertahap. Jaringan komputer merupakan suatu sistem,
dengan demikian metode rekayasanya menggunakan pendekatan sistem. Pendekatan
sistem tidak berpijak pada pengumpulan data (induktif), namun bertitik tolak
pada tujuan yang hendak dicapai. Data yang dikumpulkan dipergunakan sebagai
penunjang seluruh proses sejak awal hingga diperolehnya spesifikasi sistem.
Tahapan rekayasa meliputi perencanaan, analisis, perancangan, pembangunan,
penerapan, evaluasi, pemeliharaan, dan pengembangan jaringan komputer.

Topologi
Dalam
kaitannya dengan konfigurasi, tipe LAN dibagi menjadi dua bagian :
1. Kaitan
administrasi antar node, jaringan server-base dan jaringan peer-to-peer.
2. Kaitan fisik
dan logik antar node, ditentukan oleh bagaimana logika/fisik data
Melewati
jaringan yang dibedakan oleh arsitektur jaringan berupa Ethernet, Token- Ring
atau FDDI dll, dan tipe logik jaringan bus, ring atau star.
Perangkat Keras
Perangkat
keras jaringan yang berbasis PC adalah komputer itu sendiri, kartu jaringan,
kabel, konektor, konsentrator kabel, pelindung dan perlengkapan tambahan Komputer (tools). yang dipakai
dalam jaringan umumnya mempunyai spesifikasi kelas AT dengan prosesor 80386 ke
atas, kelas prosesor ini mampu memproses data dengan sistem arsitektur 32 bit.
Perangkat Lunak
Perangkat
lunak jaringan terdiri dari driver interface (NIC), Sistem Operasi Jaringan
atau Network Operating System (NOS), Aplikasi Jaringan, Aplikasi Manajemen dan
Aplikasi Diagnostik/Monitoring dan Aplikasi Backup. Beberapa dari elemen-elemen
ini terbundel dalam satu paket NOS dan sebagian berbentuk sebagai third-party
software.
Pengembangan
Pengembangan
jaringan meliputi 4 tahap yang harus dilalui untuk mendapatkan hasil yang
sempurna dalam jaringan. Keempat tahap tersebutadalah planning (perencanaan),
design (perancangan), implementation (implementasi) dan operation
(operasional). Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih
akan mempengaruhi kecepatan komunikasi.
Jenis Topologi :
Topologi BUS
Topologi Star
Topologi Ring
Topologi Mesh
Topologi Extended Star
Topologi Hierarchical
Kegiatan
Belajar 20 : Aplikasi Ubuntu
A. Nautilus – File Manager Ubuntu
Ringan
dan Ringkas! Itulah fitur yang diusung oleh Nautilus yang sudah lama menemani
Desktop Gnome sebagai file manager. Fitur–fitur yang dimilikinya memiliki
kelebihan dibandingkan dengan file manager di beberapa sistem operasi lainnya.
1. Mengaktifkan Nautilus
Ada dua cara
untuk mengaktifkan nautilus, yaitu :
1) Klik menu
Places dan pilih salah satu item yang ada di sana.
2) Tekan ALT+F2
dan ketikkan nautilus kemudian tekan Enter.

2. Optimalkan
Setting Nautilus
Secara
standar nautilus telah terseting sesuai dengan kemudahan pengguna, ada
baiknya beberapa pengaturan tambahan perlu dilakukan untuk lebih memudahkan
pengguna. Pengaturan ini bersifat relatif (tidak mesti harus dilakukan). Untuk
melakukan perubahan pengaturan klik menu Edit → Preferences. Dua bagian
yang bisa dioptimalkan adalah tab behavior dan tab media.
3. Operasi File
atau Folder
1) Menyalin Data
(Copy)
Klik kanan pada
file atau folder yang bersangkutan dan pilih Copy atau tekan tombol CTRL+C.
Untuk menempelkan data yang telah disalin tadi kemudian ke folder tujuan
lalu klik kanan pada panel file (sebelah kanan) dan pilih Paste atau
tekan tombol CTRL+V.
2) Memindah Data
(move)
Klik kanan pada
file atau folder yang bersangkutan dan pilih Cut atau tekan tombol CTRL+X,
untuk menempelkan klik kanan pada area kosong di panel file dan pilih Paste atau
tekan tombol CTRL+V.
3) Menghapus
Data (Delete)
Menghapus data ada dua jenis :
Memindahkan ke Tong Sampah
atau Wastebasket (file yang terhapus bisa dikembalikan) Klik file atau
folder yang bersangkutan dan klik kanan pilih Move to Trash atau tekan
tombol Del pada Keyboard.
Menghapus secara permanen
(file terhapus tidak bisa dikembalikan lagi). Klik file atau folder yang
bersangkutan dan klik kanan pilih Delete atau tekan tombol SHIFT+DEL.
4) Mengembalikan
data yang terhapus dari Tong Sampah
5) Mengganti
Nama File atau Folder
Klik file atau
folder yang bersangkutan dan klik kanan pilih Rename atau tekan tombol F2
setelah file atau folder tersorot. Tekan Enter jika sudah selesai
mengganti nama file.
6) Menampilkan
File atau folder tersembunyi
Pada sistem
operasi GNU/Linux, file atau folder hidden ditandai dengan nama file
yang ada “titik” di depannya (misal : .config). Untuk memunculkan file
hidden klik menu View → Show hidden Files atau tekan tombol CTRL+H.
7) Mencari File
atau Folder
Sebelum
melakukan pencarian file atau folder, Anda harus masuk ke folder di mana
kira-kira berkas yang Anda simpan. Setelah itu klik toolbar pencarian
file.
8) Filter Nama
file atau folder
9)
Kompres/Ekstrak File atau Folder
Untuk
mengecilkan ukuran file yang ingin distribusikan, ada baiknya file tersebut
dikompres dalam format tertentu.
4. Removeable Media di Ubuntu
Removeable media
di
Ubuntu berupa:
a. CD/DVD ROM
CD/DVD ROM akan
di-mount otomatis oleh oleh nautilus, Anda bias menemukannya di
panel kiri (panel folder utama). Untuk mengeluarkan CD/DVD dari Drive, klik
kanan pada CD/DVD pilih Eject.
b.
Flashdisk/Harddisk Eksternal
Flashdisk atau
Harddisk juga akan Anda temukan di panel folder utama. Untuk melakukan remove
yang aman, klik kanan Flashdisk dan pilih Safely Remove Drive.
Jika sukses maka drive flashdisk Anda tidak akan muncul di panel lagi.
5. Beberapa
fitur-fitur menarik Nautilus
1) File pdf,
gambar, music ditampilkan otomatis.

B. Gedit, text editor standar Ubuntu
Gedit adalah aplikasi default text-editor dari Ubuntu khususnya desktop gnome. Jika di windows anda mengenal notepad sebagai text-editor, maka di Ubuntu dikenal gedit. Sepintas hanya terlihat
seperti text editor sederhana untuk editing
dasar. Pada kenyataanya gedit lebih powerfull, selain sebagai peng-edit dokumen juga
sebagai peng-edit source code bagi
developers atau programmers karena menyediakan fitur-fitur serta plugins.
C. Pemutar
Multimedia di Ubuntu
1. Rhythmbox
2. Audacious
3. Exaile
4. Amarok
5. Totem Movie Player
6. VLC Media Player
D. Cheese –
Aplikasi Webcam GNU/Linux
Banyak
orang menggunakan fasilitas webcam di laptopnya, entah itu untuk megcapture
foto dirinya ataupun merekam pertunjukannya. Maka dari itu Cheese
adalah aplikasi berbasis GNU/Linux yang dibuat untuk memfasilitasi itu
semua.
E. Clamav –
Antivirus untuk GNU/Linux
1. Seberapa
penting Antivirus di GNU/Linux?
Sering terdengar
bahwa salah satu kelebihan sistem operasi GNU/Linux adalah “kebal”
terhadap serangan virus! Lantas buat apa memasang antivirus di GNU/Linux?
Ada beberapa alasan yang mendasari kenapa diperlukan antivirus di GNU/Linux
sebagai berikut:
1) Jika komputer
yang digunakan memiliki sistem operasi lebih dari satu (salah
satunya adalah Windows).
Penulis pernah membaca sebuah artikel tentang virus
yang bisa
menginfeksi file executable multi operation system (Windows,
GNU/Linux
dan Mac).
2) Scan flashdisk
yang sering dipakai di Windows, sehingga bisa mencegah
penyebaran virus
di Windows dan bekerja lebih nyaman.
F. Gkamus –
Aplikasi kamus elektronik di Ubuntu
Gkamus
merupakan
aplikasi kamus bahasa Inggris – Indonesia atau sebaliknya.
Aplikasi ini
sangat mudah digunakan dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan Anda karena
program Gkamus ini bersifat opensources. Gkamus diciptakan
oleh orang Indonesia sendiri dengan menggunakan bahasa C & GTK serta
tersedia sourcenya dalam bentuk .exe, rpm atau deb file. Pada kesempatan kali
ini penulis akan memberikan cara installan Gkamus dan penggunaannya di Ubuntu.
No comments:
Post a Comment